headerphoto Selamat Datang di Website Fakultas Hukum - UMS

KUMPULAN YURISPRUDENSI TENTANG JUAL BELI, HUTANG-PIUTANG, GADAI

Kamis, 1 Maret 2012 15:25:30 - oleh : iksan

YURISPRUDENSI TENTANG J U AL - B E L l

 

 

129.    XIV. 1.3. Pembeli yang beritikad baik.

Pembeli yang telah bertindak dengan itikad baik harus dilindungi dan jual beli yang bersangkutan haruslah dianggap syah.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 26 Desember 1958 No. 251 K/Sip/1958.

Dalam Perkara  : A.F.F. Verboom lawan Mohamad Hasan, Perempuan Janda V.J. Briet-Baumgarten.

130.    XIV. 1.3. Pembeli yang beritikad baik.

Walaupun tergugat asal I dan tergugat asal II menjual lebih dari bagian warisan mereka, jual beli tanah itu tidak dapat dibatalkan untuk melindungi pembeli yang jujur (beli tanah warisan dari sebagian dari ahli wanis) sedang para penggugat-asal masih dapat menggugat tergugat-asal I dan II.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 23 - 9 - 1975 No. 52 K/Sip/1975.

Dalam Perkara  : 1. La Tappe, 2. Y. Mallolongeng lawan 1. Andi Paseddei 2. Andi Marauleng dan 1. Puanna Seda, 2. La Sini.

dengan Susunan Majelis  : 1. BRM. Hanindjapoetro Sosropranoto S.H. 2. DH. Lumbanradja SH. 3. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH.

131.    XIV 1.3. Pembeli dengan itikad baik.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Mengenai jual beli rurnah dan pekarangan sengketa, sungguhpun penjualnya (Pr. Masrohan) pada waktu itu masih dibawah umur, tetapi karena ia dalam hal ini diwakili oleh pamannya, lagi pula jual beli itu dilakukan menurut syarat­~yarat undang-undang, Pengadilan Tinggi menganggap jual beli itu telah dilakukan dengan itikad baik dan tergugat I dan II sebagai pembeli dengan itikad baik harus mendapat perlindungan hukum.

(i.c. tuntutan agar tergugat-tergugat menyerahkan rumah dan pekarangan tersebut ditolak).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 15 - 4 - 1976 No. 1237 K/Sip/1973.

Dalam Perkara : Abdurrani bin Lani lawan 1. Muhammad ldnis. dkk.

dengan Susunan Majelis  : 1. R Saldiman Wirjatmo S.H. 2. Busthanul Arifin S.H. 3. Achmad Soelaiman S.H.

132.    XIV. 1.3. ltikad baik dalam juaI beli,

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Terlawan-tergugat I/pembanding membeli toko tersebut di muka umum dengan perantaraan Kantor Lelang Negara atas dasar kekuatan putusan Pengadilan Negeri Palembang tanggal 20 Januari 1972 No. 127/1971 P.N. Plg. maka ia adalah pembeli dengan itikad balk.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 28 - 4 -1976 No. 821 K/Sip/1974.

Dalam Perkara : Hasan d/h Tjiu You Thong lawan H. Umar bin Soleh dkk.

dengan Susunan Majelis  : 1. Indroharto S.H. 2. Syamsuddin Abubakar S.H. 3. D.H. Lumbanradja S.H.

133.    XIV.I.3. Jual beli dengan panjar.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Meskipun tidak terbukti ada wanprestasi dan terbanding dan tuntutan pembatalan jual beli atas sisa dari 10.000 ekor sapi ditolak, tuntutan pengembalian panjar dapat dikabulkan dengan diperhitungkan jumlah uang yang telah dikeluarkan terbanding dalam pelaksanaan penjanjian jual beli itu.

(perjanjian jual beli antara pembanding/pembeli dengan terhanding/penjual meliputi 10.000 sapi Timor; uang panjar yang telah dibayar Rp. 2000.000,-; perjanjian terlaksana mengenai 140 sapi).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 6 - 11 - 1975 No. 1105 K/Sip/1972.

Dalam Perkara  : P;T; Ice Bali lawan Fa. Naga Mas Cabang Jakarta.

dengan Susunan Majelis  : 1. lndroharto SH. 2. DH. Lumhanradja SH. 3.    R.Z. Asikin Kusumah Atmadja SH.

134.    XIV. 1.3. Jual beli dengan bak membeli kembali

Pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung:

Dalam hal jual beli dengan hak membeli kembali, selama penjual belum menggunakan hal membeli kembali barangnya, pembeli oleh hukum diperlakukan seperti pemilik sejati, artinya Ia dapat menyewakan, meminjamkan bahkan dapat menjual lagi barangnya. Apabila penjual lalai memajukan tuntutannya untuk membeli kembali di dalam tenggang yang telah ditetapkan, tetaplah pembeli itu sebagai pemilik barang yang telah dibelinya.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl; 12 - 5 - 1976 No. 1501 K/Sip/l975.

Dalam Perkara : Dominggus Soesia lawan Drs. Aliwar Sihotang.

dengan Susunan Majelis  : 1. Indroharto SH. 2. Achmad Soelairnan SH. 3. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH.

135.    XIV.2.12. JuaI beli atas contoh.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung :

Jual beli tembakau tersebut adalah jual beli atas contoh, maka transaksi itu hanya mengikat kedua pihak apabila tembakau yang dilever cocok dengan contoh yang ditawarkan.

(i.c. tembakau yang dilever ditolak oleh pembeli sedang pihak penjual tidak mau memenuhi ajakan pembeli untuk mengadakan pencocokan bersama; tuntutan akan pengembalian uang muka dikabulkan).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 8 - 1 - 1976 No. 668 K/Sip/1973.

Dalam Perkara : Kastoebi lawan Poespo Rahardjo.

dengan Susunan Majelis  : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto SH. 2. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH, 3. R.Z. Asikin Kusumah Atmadja SH.

136.    XIV.3. Sewa beli rumah.

Pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan oleh Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung:

Perjanjian sewa beli yang diadakan oleh Jawatan Gedung-gedung dengan tergugat II adalah sah walaupun atas rumah tensebut ada pensitaan dan Kejaksaan.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 30- 4 - 1973 No. 1019 K/Sip/1972.

Dalam Perkara : Abd. Unus lawan Jawatan Gedung Pusat/Daerah Yogyakarta 2. K.H.R. Moch Adnan.

dengan Susunan Majelis  1. Pof. R. Subekti S.H. 2. lndroharto S.H. 3. Lumbanradja S.H.

 

 

SEWA - MENYEWA

137.    XVI. 1.  Sewa menyewa benda tetap.

Karena penggugat membeli bangunan tersebut dalam keadaan terisi oleh tergugat dengan hak sewa, penggugat tidak dapat menuntut pengosongan dengan alasan Ia telah memiliki dan membutuhkan ruangan-ruangan yang dipakai tergugat (azas koop breekt geen huur).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 22 - 10 1975 No. 1077 K/Sip/1974.

Dalam Perkara : Ny. Marie Adjie lawan N.V. Apotik Boldy.

dengan Susunan Majelis  : 1. lndroharto SH. 2. R. Saldiman Wirjatmo SH. 3. DH. Lumbannadja SH.

138.    XVI.1.  Sewa menyewa benda tetap.

Membongkar, merobah dan mendirikan bangunan adalah hak pemilik, bukan hak penyewa, Pengadilan tidak dapat memberi izin untuk membangun, membongkar rnerobah bangunan kepada penyewa.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 18 - 11 - 1975 No. 1400 K/Sip/1974.

Dalam Perkara : P.T.Aduma Niaga lawan Ong Tjian Go, Effendi Ason dkk.

dengan Susunan Majelis  : 1. Indroharto SH. 2. DH. Lumbanradja SH. 3. Achmad Soelaiman S.H.

139.    XVI. 8.  Uang Sewa.

Pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung

Jumlah kerugian yang dituntut oleh penggugat sebesar Rp. 15000,- sebulan untuk (sewa) rumah terperkara adalah tidak layak atau melebihi kebiasaan diingkungan setempat; berdasarkan penelitian dan Majelis, jumlah kerugian itu ditentukan oleh Majelis sebesar Rp. 7500,- sebulan.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 4- 2 -. 1975 No. 1400 K/Sip/1973.

Dalam Perkara  : Soteng Yusuf lawan 1. Asjro Effendi, 2. Balai Har­ta Peninggalan (B.H.P.) Medan 3. Kantor Urusan Perumahan (K.U.P.) Kotamdya Medan.

dengan Susunan Majelis  : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto SH. 2. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH; 3. R. Poerwoto S. Gandasoebnata S.H.

140.    XVI. 9. Pemberhentian sewa-menyewa;

Penjualan sebidang tanah tidak mengakibatkan putusnya perjanjian sewa menyewa yang telah ada antara penyewa dengan pemilik tanah yang lama.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 19 Oktober 1960 No. 313 K/Sip/1960.

Dalam Perkara : Tjoa Hie Hian lawan Tan Lam Vio.

dengan Susunan Majelis  : 1. R. Wirjono Prodjodikoro S.H. 2. R. Wirjono Kusumo S.H. 3. Abdurrachman S.H.

141.    XVI. 11.  Menyewakan lagi.

Pemilik rumah berhak untuk menuntut pengosongan rumahnya terhadap yang menempati rumah itu tanpa persetujuan; bantah penghuni, bahwa ia ada di situ atas perintah orang yang menyewa rumah tersebut tidak dapat diterima dalam hal ternyata orang yang dimaksud itu telah lama tidak menempati lagi rumah tersebut.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 26 Oktober 1960 No. 357 K/Sip/1960.

Dalam Perkara : Ong Soe Hian lawan Sie Wan Tjiat.

dengan Susunan Majelis  : 1. R. Wirjono Prodjodikoro S.H. 2. R. Soekardono SH. 3. Sutan Abdul Hakim S.H.

142.    XVI. 14.  Berakhirnya sewa menyewa.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Instansi yang berwenang dan memutus mengenai hubungan sewa menyewa tersebut adalah Kanton Urusan Perumahan Kotamadya Sukabumi sehingga gugatan penggugat sepanjang mengenai pembatalan sewa menyewa harus dinyatakan tidak dapat diterima, sedang mengenai kedudukan hukum dan penjanjian sewa menyewa itu tetap menjadi wewenang Pengadilan Negeri;

bahwa penjanjian sewa menyewa tensebut berlaku untuk jangka waktu 20 tahun.

bahwa dalamnya tidak terdapat syarat-syarat bahwa para ahli waris dan pihak-pihak tersebut dapat menempati kedudukan pewaris dalam penjanjian sewa menyewa tersebut, sedang menurut pasal 10 penjanjian tersebut penyewa diIarang menyewakan Iagi;

bahwa berhubung dengan itu perjanjian sewa menyewa-nyewa tersebut putus/gugur dengan sendirinya dengan kematiannya Adang Oudst pada bulan Februani 1967.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 25 - 3 - 1975 No. 177 K/Sip/1975.

Dalam Perkara  : 1. C.V. Tentram & Co, 2. M.A. Doong Tjik tawan Ny. Tan Em Boen Nio:

dengan Susunan Majelis  : 1. Indroharto SH. 2. D.H. Lumbanradja S.H. 3. Achmad Soelaiman S.H.

 

 

HUTANG - PIUTANG.

143.    XVII. 5.  Bunga atas hutang.

Tuntutan mengenai bunga 6% sebulan tidak dapat dikabulkan, karena dalam jual beli tidak ada persoalan bunga.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 16 - 10 -1975 No. 1061 K/Sip/1973.

Dalam Perkara  : PT. Dunlop Indonesia lawan 1. CV. Trimaha Corporation, 2. Koesoema Soemantri, 3. Mas Harijadi.

dengan Susunan Majelis  : 1. BRM. Hanindjapoetro Sosropranoto SH. 2. Bustanul Arifin SH. 3. R. Poerwoto Soehadi Gandasoebrata SH.

144.    XVII.5. Bunga atas hutang.

Pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung:

Gugatan penggugat tentang bunga 2% karena tidak dijanjikan, tidak dapat diterima. (penggugat menuntut bunga 2% dan hutang padi yang belum dibayar sebanyak 328 kaleng).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 7 - 8 -1975 No. 1114 K/Sip/1972.

Dalam Perkara : Sarimin lawan Bonifasius Sitorus.

dengan Susunan Majelis  : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto SH. 2. DH. Lumbanradja SH. 3. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH.

145.    XVII. 5.  Bunga atas hutang.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Tuntutan ganti kerugian sebesar Rp. 15.000,- sebagai pengeluaran ongkos­ongkos karena tidak disertai bukti-bukti yang bersangkutan haruslah ditolak;

Tuntutan yang berupa bunga tertentu setiap bulannya sejak bulan JuIi 1967 sampai dengan pembayaran tunas kerugian tersebut, karena tidak diperjanjikan dan perkara ini bukan mengenai pinjam-meminjam uang, haruslah ditolak. (i.c. perkara barang-barang perhiasan yang dibawa untuk dijualkan).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 24-2 -1976 No. 939 K/Sip/1973. 

Dalam Perkara : Ny. Retno Setiowati Udianto lawan Ny. Jusda S. Bangkara.

dengan Susunan Majelis  : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto S.H. 2. Sri Widoyati Wiratino Soekito S.H. 3. D.H. Lumbanradja S.H.

146.    XVII. 5.  Bunga atas hutang.

Tuntutan penggantian kerugian berupa bunga 6% sebulan, karena hal ini tidak pemah diperjanjikan, maka hanya dikabulkan untuk 6% setahun sesuai dengan bunga menurut Undang-undang.

(i.c. penggugat telah membayar harga untuk 1350 ton besi tua sedang tergugat hanya melever 448 ton).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 15-1-1976 No. 684 K/Sip/1973.

Dalam Perkara : PN. Waskita Karya Iawan Renadi/CV. Tedja.

dengan Susunan Majelis : 1. R. Saldiman Wirjatmo SH. 2. Indroharto SH. 3.          R.Z. Asikin Kusumah Atmadja SH.

147.    XVII. 5.  Bunga atas hutang.

Karena tidak diketahui berapa kenaikan harga kain tersebut sejak tahun 1970, lebih tepat diambil bunga "deposito" bank Pemerintah sebagai dasar, yaitu sebesar 2% sebulan sejak dimasukkannya gugatan ini sampai dibayar lunas.

(ganti rugi untuk harga 8 pieces kain yang belum dibayar; oleh Pengadilan Tinggi diputuskan bunga 7½%).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 16-9-1975 No. 452 K/Sip/1975.

Dalam Perkara : Oei Sing Ngang lawan Oei Su Lai atau Ong Sie Lai dan 1. Co Kha Ming. 2. Tan Lay Wan.

dengan Susunan Majelis : 1. Indroharto SH. 2. DR. Lumbanradja SH. 3. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH.

148.    XVII. 5.  Bunga atas hutang.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Tuntutan penggugat mengenai bunga sebesar 6% sebulan (atas jumlah uang yang masih harus diterima penggugat dan tergugat berhubung dengan pekerjaan­pekerjaan pemborongan yang telah diselesaikan), karena bunga deposito resmi dari Bank Pemerintah waktu itu adalah 3%, dapat dikabulkan sebesar 3% sebulan.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 10-2-1976 No. 623. K/Sip/1973.

Dalam Perkara : Sakea Talla lawan Abdul Rachman Umar.

dengan Susunan Majelis : 1. Indroharto S.H. 2. Bustanul Arifin S.H. 3. R. Poerwoto Soehadi Gandasoebrata S..H.

149.    XVII. 5.  Bunga atas hutang.

Pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung:

Mengenai ganti rugi yang dituntut oleh penggugat, Pengadilan menganggap ganti rugi sebesar 6% dan Rp.31.500,- sebulan atau Rp.1 .890,- sebulan sampai hutang tergugat dibayar lunas adalah Iayak.

i.c. tuntutan penggugat adalah sebagai berikut:

"Menghukum tergugat untuk membayar kepada penggugat uang harga barang-barang perhiasan tersebut sebanyak Rp.3 1.500,- ditambah dengan uang kerugian yang telah dan akan diderita oleh penggugat sebanyak Rp.15.000,- tiap­tiap bulan terhitung mulai tanggal 29 Maret 1967 sampai uang sejumlah tersebut dibayar lunas oleh tergugat."

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 10-2-1976 No. 931 K/Sip/1973.

Dalam Perkara : Ny. Retno Setiowati Udiatno lawan Ny. Eni Noja.

dengan Susunan Majelis : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto S.H. 2. Indroharto S.H. 3. D.H. Lumbanradja S.H.

150.    XVII. 5.  Bunga atas hutang.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Keuntungan (gedenfde winst) yang diminta sebesar 10% adalah terlalu besar, sehingga harus dikurangi berdasankan kelayakan.

Oleh Pengadilan Tinggi diputuskan penggantian kehilangan keuntungan itu sebesar 2% sebulan terhitung mulai gugatan dimasukkan sampai pelunasan pembayaran.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 7-8-1975 No. 1098 K/Sip/1973.

Dalam Perkara : Setiabudi Kutaradjaputra lawan 1. Toeng sio Ming. 2. Imam Danubroto. 3. Agus Djunadi dan kawan-kawan.

dengan Susunan Majelis : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto S.H. 2. Indroharto S.H. 3. Samsudin Aboebakar S.H.

151.    XVII. 5.  Risiko atas perubahan nilai uang.

Dalam pinjam-meminjam, risiko mengenai perubahan harga uang harus dipikul secara fifty-fifty oleh kedua belah pihak.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 25 Nopember 1959 No. 410 K/Sip/1953.

Dalam Perkara : M. Singoatmodjo n.k. Mardjan lawan Bok Atmosiedigdo.

dengan Susunan Majelis : 1. R. Wirjono Prodjodikono SH. 2. Sutan Kali Malikul Adil. 3. R. Wirjono Kusumo S.H.

152.    XVII. 5.  Risiko atas perubahan nilai uang.

Besarnya uang tebusan ditetapkan dengan memperhatikan harga emas pada waktu penggadaian dan harga emas pada waktu sekarang dengan membagi risiko atas perubahan harga emas itu diantara, kedua pihak secana sama-sama.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 15 Januari 1958 No. II K/Sip/1957.

Dalam Perkara : Masoed dan Chamdanah lawan Astroredjo. . -

153.    XVII. 5.  Risiko atas perubahan nilai uang.

Dalam menilai kembali ganti rugi sejumlah yang ditetapkan oleh pengadilan Negeri, Mahkamah Agung menggunakan harga emas pada wkatu jumlah itu ditetapkan oleh Pengadilan Negeri (tanggal 11 Juli 1963) dan harga emas pada waktu sekarang (pelaksanaan) dengan membebankan risiko karena penilaian itu kepada kedua pihak secara separoh-separoh.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 30 April 1969 No. 74 K/Sip/1969.

Dalam Perkara : Luther Dapu Iawan Paul Karundeng.

dengan Susunan Majelis : 1. M. Abdurrachrnan SH. 2. Bustanul Arifin S.H. 3. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH.

154.    XVII. 5.  Risiko atas perubahan nilai uang.

Menurut Pendapat Mahkamah Agung, segala risiko akibat sanering keuangan adilnya dibebankan secara sama kepada kedua pihak, masing-masing separoh.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 30 April 1963 No. 112 K/Sip/1963.

Dalam Perkara : Ny. M.M. Dmmfudus lawan Kho Nai Boe; Malingkas.

dengau Susunan Majelis  1. Mr. R. Wirjono Prodjodikoro, 2. Mr. R. Soekardono, 3. Mr. M. Abdurrachman S.H.

155.    XVII. 5.  Penilaian kembali jumlah hutang.

Menurut jurisprudensi tetap Mahkamah Agung jumlah uang tersebut harus dinilai dengan menggunakan harga mas pada akhir tahun 1965 (saat terjadinya jual beli) dan harga mas pada waktu sekarang dengan membebankan risiko karena penilaian itu kepada kedua belah pihak yang berperkara secara separoh-separoh: (Penilaian: ½ x Rp. 37.852.000,- / Rp. 12.000,- (harga mas akhir tahun 1965) x Rp. 1.800,- u.b. (harga mas sekarang) = Rp. 2.838.900,-).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 19-5-1976 No. 380 K/Sip/1975.

Dalam Perkara : 1. Ali Suwanto, 2. Harus Said lawan Bunyamin Soehendro d/h Soh Kim Boen dan Tengku Zuraijah, Tengku Sabarijah, dan kawan-kawan.

dengan Susunan Majelis  : 1. Indroharto S.H. 2. Achmad Soelaiman S.H. 3. D.H. Lumbanradja S.H.

156.    XVII. 5.  Penilaian kembali jumlah hutang.

Karena harga sawah yang dijual oleh penggugat asal/tergugat dalam kasasi pada tahun 1959 sebesar Rp.5.000,- masih dalam mata uang lama, maka harus dinilai kembali dengan risikonya dibebankan kepada pedua pihak;

(Rp. 5000, - / harga mas 1959 x harga mas sekarang = Rp. 5.000,- /Rp.210 x Rp. 2.000,- = Rp. 49.000,-)

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 21-1-1976 No. 736 K/Sip/1972.

Dalam Perkara : 1. Morno Djakaris. 2. Nyi Dioh dkk lawan Udju.

dengan Susunan Majelis : 1. R. Saldiman Wirjatmo S.H. 2. Bustanul Arifin SH 3. R.Z. Asikin Kusumah Atmadja S.H.

157.    XVII. 5.  Penilaian kembali jumlah hutang.

Pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung:

i.c.          resiko perubahan nilai uang rupiah ditanggung penuh oleh tergugat karena telah diperjanjikan oleh kedua pihak pembayaran kembali menurut nilai uang beredar pada waktu itu.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 16 - 3-1976 No. 960 K/Sip/1973.

Dalam Perkara : Liem Liong To Iawan H. Meja; H. Syamsiah dkk.

dengan Susunan Majelis : 1. DH. Lumbanradja SH. 2. RZ. Asikin Kusumah Atmadja SH. 3. Samsudin Aboebakar S.H.

158.    XVII. 5. Risiko atas perubahan nilai uang.

Dalam penyesuaian jumlah uang yang harus dibayarkan akibat terjadinya per­obahan dalam nilai uang, risiko atas perobahan nilai uang itu harus dibebankan pada pihak yang salah. (i.c. kepada tergugat (D.P.U. Propinsi), yang telah secara sepihak membatalkan pembelian rumah oleh penggugat yang telah dilunasi 5 tahun yang lalu).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 17 Juli 1971 No. 208 K/Sip/1971.

Dalam Perkara : Tahi Lombantobing lawan Pemerintah Republik Indonesia cq. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jambi.

dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Sardjono S.H. 2. lndroharto S.H. 3. Bustanul Arifin S.H.

159.    XVII. 5. Penilaian kembali jumlah hutang.

Penilaian kembali uang Rp. 7.500,- tahun 1932 (dalam perkara mengenai tanah dalam kota Bandung harus dihitung menurut harga emas (oleh Pengadilan Tinggi dihitung menurut harga beras); hanya tentang risiko tidak sepantasnya dipikulkan secara separo-separo kepada kedua pihak, karena tidak mengenai hutang piutang, tetapi mengenai pengembalian uang pembelian.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 7-1-1976 No. 578 K/Sip/1974.

Dalam Perkara : Nyi Siti Mariam Salamah lawan 1. Nyi R.M. Wazah dkk.

dengan Susunan Majelis : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto S.H. 2. Achmad Soelaiman S.H. 3. Sri Widojati Wiratmo Soekito S.H.

160.    XVII. 5. Perubahan nilai uang dan ganti rugi.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Karena kalau dikurs dengan mas, harga bangunan Rp.9.4-50.000,-. saat ini sudah jauh ketinggalan, tuntutan penggugat agar tergugat membayar sebagai kerugan Rp. 100,- untuk setiap hari tergugat tidak membayar sisa uang upah tersebut sejak keputusan Pengadilan Negeri dijatuhkan, patut dikabulkan.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 15-10-1973 No. 294 K/Sip/1973.

Dalam Perkara : Lie Sing Tjwan Iawan Jong Giem.

dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Subekti S.H. 2. Bustanul Arifin S.H. 3. Indroharto S.H.

 

 

JAMINAN HUTANG, HIPOTIK, GADAI

161.    XVIII. 1. Perjanjian pertanggungan.

Gugatan terhadap seorang penjamin hutan dapat saja dilakukan; jaminan adaIah suatu hubungan hukum tersendiri terhadap pihak yang diberikan jaminan.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 23-9-1975 No. 917 K/Sip/1973.

Dalam Perkara : C. Itoh & Company Limited lawan 1. P.T. Perusahaan lndustri "Indotex Utama Limited. 2. PT. "Mulia Knitting Factory".

dengan Susunan Majelis : 1. D.H. Lumbanradja S.H. 2. Bustanul Arifin S.H. 3. R. Saldiman Wirjatmo S.H.

162.    XVIII. 6. Fiducia.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkmah Agung:

Walaupun benar secara hurufiah akte tersebut "akte jual beli dengan hak membeli kembali rumah/toko terperkara", -mengingat akan fakta-fakta yang mengikuti akte itu, Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa yang telah terjadi adalah "fiduciaire eigendomsoverdracht" yang merupakan suatu "verkapt pandrecht".

(Oleh Pengadilan Tinggi dibatalkan putusan Pengadilan Negeri yang menyatakan syah menurut hukum naskah/akte jual beli denga hak beli kembali termaksud dan bahwa rumah/gedung tersebut adalah milik penggugat dalam rekonvensi).

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. -10-1973 No. 1117 K/Sip/1972.

Dalam Perkara : Simon Lumban Tobing lawan Panus Sumbajak.

dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Soebekti S.H. 2. Sri Widoyati Wiratmo Soekito S.H. 3. Bustanul Arifin S.H.

163.    XVIII. 6.3.         Barang-barang yang dapat difiduciakan.

Penyerahan hak milik sebagai jaminan fiducia hanya syah sepanjang mengenai barang-barang bergerak.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 1 Sptember 1971 No. 372 K/Sip/1970.

Dalam Perkara : Lo Ding Siang lawan Bank Dagang Negara Indonesia Unit I Semarang.

dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Sardjono S.H. 2. Sri Widojati Wiratmo Soekito S.H. 3. Bustanul Arifin SM.

164.    XVIII. 7.5.         Akibat hukum terhadap barang yang digadaikan.

Dalam hal hutang piutang uang dengan borg suatu barang tetap kalau yang berhutang melakukan wanprestasi tidak dengan otomatis barang-barang tanggungan itu menjadi milik yang menghutangkan.

Akan tetapi hal ini baru benar, kalau tidak diperjanjikan dengan tegas di­dalam surat perjanjian.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 7 Oktober 1972 No. 401 K/Sip/1972. 

Dalam Perkara : 1. Muchamad Chusni, dan 2. Ruqojah lawan Haji Masjkur Iljas. 

dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Sardjono S.H. 2. Indroharto S.H. 3. Bustanul Arifin S.H.

165.    XVIII. 7.5.         Akibat hukum terhadap barang yang digadaikan.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Azas hukum perjanjian meminjam barang/uang dengan jaminan barang, melarang untuk menentukan bahwa dalam hal wanprestasi dan yang berhutang barang jaminan otomatis menjadi milik yang berpiutang; maka clausula dalam surat perjanjian diatas yang isinya secara otomatis barang jaminan menjadi milk pihak terbanding apabila pihak pembanding tidak dapat mengembalikan mas murni seberat 1000 gram pada waktu yang dijanjikan, adalah batal dan tidak mem­punyai kekuatan mengikat.

Putusan Mahkamah. Agung tgl. 26-11-1975 No. 883 K/Sip/1974.

Dalam Perkara : A. Sukiman als. Gan Kin Giok lawan Hi. Arsjad.

dengan Susunan Majelis : 1. BRM. NG. Hanindyapoetro Sosropranoto S.H. 2. Indroharto S.H. 3. R. Saldiman Wirjatmo S.H.

166.    XVIII. 7.5.         Akibat hukum terhadap barang yang digadaikan.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Untuk suatu penjanjian hutang piutang, dimana dijaminkan sesuatu barang bila pihak debitur tidak melunasi hutangnya, barang yang dijaminkan tersebut tidak dapat begitu saja berubah status hak miliknya menjadi hak milik kreditur tetapi untuk perobahan status pemilikan tersebut dibutuhkan adanya perbuatan hukum lain, oleh karena mana permohonan untuk penyerahan barang jaminan tersebut harus ditolak.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 10 -2-1976 No. 262 K/Sip/1975.

Dalam Perkara ; Ny. Umi Kulsum, lawan 1. Tjetjep Wahyudin. 2. Tjetjcp Hidayat dan 1. R.H.M. Lili Sasmita.

dengan Susunan Majelis : 1. Indroharto SH. 2. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH. 3. DH. Lumbanradja SH.

167.    XVIII. 7.5.         Akibat hukum terhadap barang yang digadaikan.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Dalam hal hutang piutang atas jaminan rumah dan pekarangan dengan ketentuan jangka waktu pelunasan 3 bulan, rumah. dan pekarangan itu tidaklah otomatis menjadi milik yang berpiutang (i.c. penggugat) dengan telah dilanggarnya jangka waktu pelunasan 3 bulan tersebut.

Meskipun telah ada surat penyerahan. untuk memiliki rumah dan pekarangan masih diperlukan adanya Ianjutan perbuatan hukum baru.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 16 9 1975 No. 1148 K/Sip/1972.

Dalam Perkara : Ny. Poerwotenojo lawan 1. R.M. Ready; 2. Hardjotijoso.

dengan Susunan Majelis : 1. R. Saldiman Wirjatmo S H. 2. Bustanul Arifin S.H. 3. Indroharto S.H.

168.    XVIII. 7.5.         Akibat hukum terhadap barang yang digadaikan.

Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:

Tergugat I telah menjual rumah dan pekarangannya kepada tergugat II, padahal rumah dan pekarangan itu masih menjadi jaminan hutang tergugat I kepada penggugat; dalam hal ini sanksi atas perbuatan tergugat tersebut adalah pembayaran kembali hutangnya kepada penggugat.

Putusan Mahkamah Agung :  tgl. 16- 9 -1975 No. 1148 K/Sip/1972.

Dalam Perkara : Ny. Poerwotenojo Iawan 1. R.M. Ready. 2. Hardjotijoso.

dengan Susunan Majelis : 1. R. Saldiman Wirjatmo SH. 2. Bustanul Arifin SH. 3. Indroharto SH.

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Hukum" Lainnya