Pelepasan Wisudawan dan Law Career Bootcamp Batch III FHIP UMS: Membuka Peluang Karier Sarjana Hukum

Surakarta, 19 Juni 2026 – Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Wisuda yang dirangkaikan dengan Law Career Bootcamp Batch III pada Jumat (19/6) di Ruang Seminar FHIP UMS. Kegiatan ini mengusung tema “Membuka Peluang Karir Sarjana Hukum: Mengabdi dan Berprofesi” sebagai upaya membekali lulusan dengan kesiapan memasuki dunia kerja.

Sebanyak 93 wisudawan yang tergabung dalam Wisuda Batch IV Tahun Akademik 2025/2026 secara resmi dilepas dalam kegiatan tersebut. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan profesional para lulusan di bidang hukum.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, di antaranya Dr. Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H. (Kabid Pusat Karir dan Hubungan Alumni UMS), Fahmi Fairuzzaman, S.H., L.LM. (Kaprodi S1 Ilmu Hukum UMS), Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H. (Dekan FHIP UMS), serta alumni FHIP UMS, yakni Alfan Dzikria Nurrachman, S.H., M.H. (PNS Dosen) dan Helan Hanitia Herlambang, S.H., M.Kn. (Notaris/PPATK).

Dalam sambutannya, Dekan FHIP UMS, Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kesiapan mental dan integritas lulusan dalam menghadapi dunia profesional. Ia menyampaikan bahwa lulusan hukum tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan karakter.

“Menjadi sarjana hukum bukan sekadar menyelesaikan studi, tetapi juga memulai pengabdian di tengah masyarakat. Jadilah pribadi yang kuat, tangguh, dan tidak mudah menyerah. Dalam setiap tantangan, pegang teguh nilai-nilai integritas dan kembalilah pada landasan moral serta agama,” ungkapnya.

Sementara itu, Alfan Dzikrian Nurrachman, S.H., M.H., dalam sesi berbagi pengalaman menyampaikan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pembelajaran yang sesungguhnya.

“Pada tahap ini, kita memang telah menyelesaikan studi secara formal. Namun, ketika memasuki masyarakat, justru di situlah proses belajar yang sesungguhnya dimulai. Setiap individu memiliki jalan kariernya masing-masing. Teman-teman dapat menemukan passion dengan terus belajar dari setiap pengalaman dan setiap orang yang ditemui. Perlu diingat, setiap profesi memiliki konsekuensi yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Helan Hanitia Herlambang, S.H., M.Kn., mengingatkan pentingnya keteguhan hati dan nilai spiritual dalam menjalani karier.

“Renungkan setiap nasihat dari dosen yang telah membimbing kita. Jadilah pribadi yang kuat, pantang menyerah, dan memiliki semangat juang yang tinggi. Ketika menghadapi kegagalan atau kesulitan, jangan ragu untuk kembali pada nilai-nilai agama sebagai sumber kekuatan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, FHIP UMS tidak hanya melepas lulusan, tetapi juga memberikan bekal praktis dan reflektif bagi mahasiswa dalam merancang masa depan kariernya. Law Career Bootcamp diharapkan menjadi wadah inspiratif yang mampu menjembatani lulusan dengan dunia profesional, sekaligus menanamkan nilai pengabdian dalam setiap langkah karier sarjana hukum.