FHIP UMS Dorong Internasionalisasi Lewat Program Sit In di Ton Duc Thang University, Vietnam

Ho Chi Minh City, Vietnam – Lima mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti program sit in atau class immersion di Fakultas Hukum Ton Duc Thang University (TDTU), Vietnam, pada 9–14 Juni 2026. Kegiatan ini didampingi oleh tiga dosen FHIP UMS, Dr. Syaifuddin Zuhdi, S.HI., M.HI, Hanifah Febriani, S.H., LL.M dan Muhammad RM Fayasy Failaq, S.H., M.H.

Program tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar lintas budaya sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai sistem hukum di Vietnam. Selama berada di TDTU, mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan akademik, antara lain perkuliahan Vietnamese Criminal Procedure Law dan Vietnamese Contract Law, campus tour, serta kunjungan ke Inspire Library TDTU. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan akademik internasional, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang metode pembelajaran dan praktik hukum, serta berkesempatan membangun jejaring internasional dengan mahasiswa dan dosen Ton Duc Thang University.

Dalam sesi perkuliahan, mahasiswa FHIP UMS bergabung dengan mahasiswa TDTU untuk mengikuti diskusi kelompok dan simulasi penyelesaian kasus hukum. Pada mata kuliah Vietnamese Contract Law, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menganalisis dan menyelesaikan kasus-kasus kontrak serta berbagi perspektif mengenai hukum kontrak di Indonesia.

Selain kegiatan akademik, delegasi UMS juga mengunjungi Inspire Library TDTU. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa dan dosen memperoleh informasi mengenai sejarah TDTU, sistem pengelolaan perpustakaan modern, serta berkesempatan mencoba berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, termasuk ruang audio visual.

Dosen pendamping program, Hanifah Febriani, S.H., LL.M., menilai pengalaman internasional penting bagi mahasiswa di era globalisasi. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperoleh wawasan baru mengenai sistem hukum dan pendidikan di negara lain. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperluas jaringan internasional dan memperoleh perspektif baru yang berbeda dari pengalaman belajar di Indonesia,” ujarnya.

Raffi Abhyasa Saputra, mahasiswa FHIP UMS, menyampaikan bahwa program international exposure di Vietnam memberikan pengalaman akademik dan budaya yang berharga. Melalui program tersebut, ia mempelajari sistem hukum Vietnam, proses persidangan, serta perbandingan hukum kontrak Indonesia dan Vietnam yang memperluas wawasan hukumnya. Selain itu, berbagai kegiatan diskusi, presentasi, dan interaksi dengan mahasiswa maupun dosen Ton Duc Thang University turut meningkatkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris serta memperluas jejaring internasional. “Program ini memberikan perspektif baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan diri saya sebagai mahasiswa hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Vice Dean Faculty of Law TDTU, Chau Bao Anh, mengapresiasi partisipasi mahasiswa FHIP UMS dalam program tersebut. Ia menyampaikan bahwa peluang pengembangan kerja sama antara kedua institusi dapat terus dibahas dan ditindaklanjuti melalui komunikasi lebih lanjut.

Program sit in ini merupakan salah satu implementasi dari kerja sama antara FHIP UMS dan TDTU yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik. Bagi FHIP UMS, program ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta memberikan pengalaman akademik global bagi mahasiswa melalui kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri.